Teori Sukses dan Mitos-mitosnya [PENGEMBANGAN DIRI]

Teori Sukses dan Mitos-mitosnya [PENGEMBANGAN DIRI]

Kalau sedang ngumpul-ngumpul sama bekas teman-teman kuliah atau kebetulan sedang disowani sama adik-adik kelas (yang biasanya datang sambil mengajukan proposal sponsorship untuk kegiatan kampus UGM), saya sering ngobrol dengan mereka seputar masalah motivasi dan teori sukses. Tidak heran juga kenapa setiap ngumpul tema yang satu itu selalu diangkat. Deduksi sederhana saya, sih, ya gara-gara kegiatan saya di MindSound ini.

Banyak dari mereka yang bertanya ke saya, tentang banyaknya seminar motivasi dan teori-teori sukses yang mendampinginya, tetapi kenapa kenyataannya tidak banyak orang yang sukses saat mempraktekkan teori-teori yang mereka dapatkan dari seminar tersebut?

Dan apa yang menjadi jawaban saya kepada mereka sepertinya asyik juga kalau sekarang saya angkat saja menjadi sebuah tulisan di sini. Sekalian berbagi kepada yang belum sempat bertanya kepada saya, sekalian juga kalau besok ada yang tanya-tanya lagi maka saya bakal menjawab, “Sudah ta’bahas di web, kok. Baca aja di situ,” hahaha.

Jadi menurut saya begini, yang perlu kita ingat adalah bahwa segala macam teori sukses yang beredar itu tentunya didasarkan pada tindakan nyata orang yang memfatwakan teori tersebut. Begitu juga dengan orang yang memberikan seminar tentang kesuksesan. Pastilah beliaunya itu adalah orang yang sangat luar-biasa pengalamannya untuk kemudian hasil tindakan nyatanya tersebut dirangkum dan dijadikan sebuah teori.

Dari fakta di atas, bisa disimpulkan, jika pertanyaannya adalah mengapa tidak banyak orang yang sukses walaupun sudah mempraktekkan teori yang didapatnya, maka jawabannya bisa jadi bakal sederhana: mungkin saja tindakan yang dilakukan belum maksimal. Soalnya, tanpa tindakan, yaitu bersinerginya pikiran, emosi, jiwa, dan gerakan, sukses tidak akan pernah bisa dicapai. Semua teori menjadi basi jika tidak disertai tindakan nyata.

Maka sekarang pertanyaan dari mereka jadi berkembang. Mereka bertanya, “Iya, saya juga pernah membaca-baca buku seputar motivasi juga njajal ikutan seminar tentang kesuksesan. Seminarnya nggak murah, tapi hasilnya kurang. Jadi rasanya malah kayak belum optimal.

“Waktu habis membaca atau ikutan seminar, sih, rasanya motivasi ini meluap-luap. Tapi lewat 2-3 hari semuanya kembali berlangsung seperti hari-hari sebelumnya. Kasusnya sekarang, bagaimana caranya menjaga motivasi kita supaya nantinya tetap ada tindakan nyata yang menyertainya?”

Kesempatan promo, nih, kalau begini, batin saya. Saya jawab, memang agak susah kalau mindset kita sendiri belum terprogram seperti mindset orang-orang sukses. Kadang-kadang ada saja masukan negatif dari sekitar kita yang justru melemahkan motivasi kita saat kita sedang merancang jalan kesuksesan kita. Itu saya alami sendiri. Satu-satunya solusi adalah kita harus punya mental yang tahan banting! Alam bawah sadar kita harus senantiasa mengingatkan kita bahwa kita selalu memiliki motivasi untuk sukses.

Lalu bagaimana caranya?

Saya berikan satu contoh. Misalnya jika kita ingin memiliki mindset ala seorang entrepeneur, yang sebelumnya tidak kita punyai, ya kita program saja sendiri. Tanamkan di alam bawah sadar kita bahwa kita memiliki mindset seorang entrepeneur. Langkah konkritnya, gunakan aplikasi ketiga dari MindSound Teknologi Stimulasi Otak, yaitu Maxwave Third Edition. Dengarkan sambil visualisasikan di otak kita bahwa kita adalah seorang wirausahawan yang sukses. Percayalah, dalam waktu yang relatif singkat kita bakal memiliki mindset ala seorang wirausahawan yang sukses.

Kenapa bisa begitu?

Jawabannya, karena berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Monroe Institute, mitra kami, pola pikir dan mindset kita akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman visual. Di sini Maxwave Third Edition memiliki fungsi yang menakjubkan dalam mempengaruhi mindset kita lewat frekuensi suara yang dihasilkannya, sehingga simulasi tindakan wiraswasta yang kita visualisasikan di otak kita mampu memberikan pengaruh signifikan hampir sama seperti melakukan tindakan nyata. Selanjutnya, pengaplikasiannya pada kasus-kasus yang lain tentunya bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kita.

Mungkin untuk lebih jauhnya, ada baiknya tulisan sebelumnya dari saya seputar “Memprogram Mindset Entrepenur” juga disimak. Yeah, sekedar suplemen motivasi lagi bagi kita semua.

Akhirnya, jika Anda berniat untuk memprogram mindset kesuksesan pada alam bawah sadar Anda, Anda bisa langsung tengok MindSound Teknologi Stimulasi Otak, dan mencoba VERSI TRIAL-nya secara gratis!