Sekolah Sukses Tanpa Stress [KECERDASAN AKADEMIK]

Beberapa bulan yang lalu kami di MindSound mendapat sebuah laporan yang menyenangkan. Fitri, salah satu dari sekian banyak sahabat MindSound, mantan pelajar di sebuah SMA di Yogyakarta, lolos ujian masuk Universitas Gadjah Mada (UGM). Tentu saja ini berita yang menyenangkan untuk kami. Bukan apa-apa, karena dengan adanya laporan tersebut, itu berarti kami berhasil membantu meningkatkan mutu dan taraf hidup pelanggan kami.

Fitri memang (anak) pelanggan kami. Orangtuanya yang lebih dulu mengenal produk kami mengenalkan MindSound Teknologi Stimulasi Otak kepada Fitri yang waktu itu baru saja naik ke kelas 3 SMA. Hal ini dirasa perlu, karena dengan bersekolah di sebuah SMA favorit yang berstandar ketat, Fitri terkadang mengalami banyak ketegangan akibat target yang dibebankan kepadanya, baik dari sekolah ataupun dari kedua orangtuanya sendiri.

Orangtua Fitri memang tidak mutlak salah ketika membebankan target yang besar kepada anaknya. Ya, di mana-mana yang namanya orangtua pastilah berkeinginan anaknya mendapatkan pendidikan terbaik sebagai jaminan masa depannya, kan? Karena itu kami pikir memang tidaklah salah ketika orangtua Fitri membebankan target kepada putrinya untuk dapat diterima di UGM, perguruan tinggi yang menurut survei Webometrics merupakan yang nomor satu di Indonesia.

Maka mulailah hari-hari kelas 3 Fitri diisi dengan persiapan untuk lulus SMA dan lolos ujian masuk UGM. Les bimbel menjadi rutinitas yang “wajib” dilakukan setelah pelajaran sekolah. Tetapi ditambah dengan tugas-tugas sekolahnya yang juga banyak dan gaya hidup yang kurang seimbang, terkadang rutinitas seperti itu malah membuat Fitri susah untuk fokus akibat terlalu lelah.

Dan di sinilah Fitri mulai mengenal MindSound Teknologi Stimulasi Otak sebagai sarana alternatif belajar. Orangtua Fitri mencoba mengenalkan putrinya kepada teknologi kami yang sudah dirasa bermanfaat menunjang kualitas hidup mereka berdua. Orangtua Fitri pada akhirnya juga aktif berkonsultasi kepada kami tentang problem putrinya untuk mendapatkan solusi yang pas sesuai kebutuhan Fitri.

Kami pun mulai menyarankan penggunaan Teknologi Stimulasi Otak aplikasi kedua, Maxwave Second Edition, setiap kali mulai belajar di rumah. Jika memungkinkan kami juga menyarankan supaya Fitri dan teman-temannya membentuk kelompok belajar yang sama-sama menggunakan Teknologi Stimulasi Otak.

Pada pagi hari sebelum berangkat sekolah kami sarankan agar Fitri mendengarkan Teknologi Stimulasi Otak aplikasi pertama, Maxwave First Edition, selama 15 menit. Sore harinya sepulang sekolah, jika tidak ada les bimbel, aplikasi ketiga, Maxwave Third Edition, digunakan untuk relaksasi alpha. Dan jika ada les bimbel maka aplikasi keempat, MasterBrain System Enterprise, bias digunakan untuk recharge energi. Tambahannya, walaupun terdengar agak kontra, kami juga malah menyarankan agar Fitri juga bermain game yang ringan dan fun setiap malam seusai belajar menjelang tidur jika waktunya memang memungkinkan.

Hasilnya, setelah evaluasi pemakaian selama 2 minggu, Fitri mengaku merasa lebih rileks dan enteng saat belajar. Daya ingat dan proses informasi meningkat dengan tajam, problematika yang dialami pun sangat minim, kesehatan juga lebih terjaga karena tubuh lebih sering relaksasi. Intinya, Fitri merasa hidupnya lebih fun dan happy.

Finalnya ya kemarin itu. Kami mendapat laporan dari orangtua Fitri kalau putrinya sekarang sudah melanjutkan kuliahnya sebagai mahasiswi di UGM. Membanggakan, memang. Membanggakan pula buat kami dan apalagi buat saya pribadi. Karena apa? karena Gadjah Mada adalah almamater saya juga 🙂

Agar kegiatan belajar selalu lancar kunjungi MindSound Teknologi Stimulasi Otak. Tersedia juga VERSI TRIAL untuk dicoba.