MindSound : The Symbol of Hope for Indonesia [PENGEMBANGAN DIRI]

MindSound : The Symbol of Hope for Indonesia [PENGEMBANGAN DIRI]

Hidup ini amatlah singkat untuk di-isi dengan stress-struggling-lifecycle.

MindSound hadir sebagai bagian dari The Symbol of Hope for Indonesia, simbol dari harapan manusia indonesia. Berbakti bagi bangsa, untuk membantu membebaskan Anda dari belengggu mental-block.

Kebahagian, harapan, impian dan kesejahteraan, adalah fondasi yang menjadi kekuatan kemajuan sebuah bangsa.

Setiap diri Anda adalah bagian dari bangsa ini, patriot indonesia, kebahagiaan-harapan-impian-kesejahteraan Anda menjadikan bangsa ini semakin kuat.

Kami, MindSound, ingin menemani disaat Anda merasa “sendiri” ditengah-tengah keramaian dalam perjuangan Anda mencapai apa-apa yang anda inginkan, impikan, harapkan.

Teknologi MindSound, beserta layanan-nya, adalah dedikasi darah juang kami, bagi Anda semua, sahabat Nusantara.

Long Live and Prosper, Indonesia !

“Berikan MindSound 1000 Pemuda-Pemudi Berdedikasi , Kita Inisiatif Transformasi Indonesia!” – Hartadi Eko Pradigdo, CEO MindSound Technology Inc. (www.teknologiotak.com)

Jadikanlah diri Anda bagian dari “Inisiatif Transformasi Indonesia”, mulailah dengan menggunakan Versi Gratis-nya teknologi dari MindSound Technology Inc. di WWW.TEKNOLOGIOTAK.COM dan konsultasi-kan harapan Anda, sehingga kami dapat terus melayani membantu jiwa-jiwa patriot Indonesia.

Otak Tertata, Hati Mudah Ikhlas [PENGEMBANGAN DIRI]

Otak Tertata, Hati Mudah Ikhlas [PENGEMBANGAN DIRI]

Baru-baru ini saya ngobrol-ngobrol dengan seorang bapak, salah satu pejuang ikhlas “Quantum Ikhlas” yang disemai oleh Katahati Institute-nya pak Erbe Sentanu. Kami saling bertukar pikiran, bagaimana masyarakat kita dapat menjadi lebih baik dengan menjadi ikhlas terhadap masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. Tentunya ikhlas dengan konteks yang benar, bukan sekedar ikhlas. Continue reading

3 Rahasia Pemasar Sukses [PEKERJAAN]

3 Rahasia Pemasar Sukses [PEKERJAAN]

Sewaktu masih kuliah di Ilmu Komputer UGM dulu, di komunitas saya yang sering ngobrolin hiburan jenis film, ada beberapa film yang bagi kami termasuk wajib tonton, misalnya saja “Antitrust” atau “Swordfish”, yang mengisahkan tentang dunia perkomputeran bawah tanah. Saking wajibnya 2 film tersebut dijadikan tontonan, orang yang belum menontonnya seakan belum shahih menyandang status sebagai mahasiswa Ilmu Komputer yang hobi nonton film. “Durung nonton ‘Antitrust’? Kowe ki cah Ilkomp dudu, e? (Belum nonton ‘Antitrust’? Kamu ini anak Ilkomp bukan, sih?)” begitulah biasanya kata-kata yang mengawali ejekan guyonan selanjutnya buat yang belum pernah nonton: kuper, nggak gaul, ndeso, dan sebagainya. Continue reading

Teori Sukses dan Mitos-mitosnya [PENGEMBANGAN DIRI]

Teori Sukses dan Mitos-mitosnya [PENGEMBANGAN DIRI]

Kalau sedang ngumpul-ngumpul sama bekas teman-teman kuliah atau kebetulan sedang disowani sama adik-adik kelas (yang biasanya datang sambil mengajukan proposal sponsorship untuk kegiatan kampus UGM), saya sering ngobrol dengan mereka seputar masalah motivasi dan teori sukses. Tidak heran juga kenapa setiap ngumpul tema yang satu itu selalu diangkat. Deduksi sederhana saya, sih, ya gara-gara kegiatan saya di MindSound ini. Continue reading

Menjaga Fokus dan Konsentrasi [PENGEMBANGAN DIRI]

Menjaga Fokus dan Konsentrasi [PENGEMBANGAN DIRI]

Dari pengalaman bergaul dengan berbagai macam manusia, mulai dari bangku sekolah, kuliah, organisasi kampus, LSM, kantor, dan beberapa komunitas lainnya, sepenuhnya saya sadar kalau yang namanya tingkat konsentrasi setiap orang itu berbeda. Tidak jarang ketika saya berinteraksi dengan mereka dalam sebuah forum diskusi formal, ada beberapa rekan yang ngaco bin ngelantur binti nggak fokus, yang menyebabkan diskusi jadi berjalan kurang efektif. Continue reading

Pesan Casanova untuk Dunia [PENGEMBANGAN DIRI]

Pesan Casanova untuk Dunia [PENGEMBANGAN DIRI]

Salah satu hobi saya yang rutin saya kerjakan jika ada waktu senggang selain membaca adalah nonton film. Yeah, tidak perlu harus ke bioskop, sih. Selain karena malas kalau harus ngantri, saya ternyata bisa menghemat pengeluaran jika lebih memilih untuk pergi persewaan VCD ketimbang nonton di bioskop.

Iya, menyewa VCD di sini, di Jogja, memang murah sekali. Sejak jaman saya masih jadi peserta bimbingan belajar untuk persiapan tes UMPTN (sekarang SNMPTN), saya sudah rajin menyambangi tempat penyewaan VCD. Untuk 1 judul film VCD original saya cuma perlu mengeluarkan duit sebesar Rp. 2.000,-. Ditambah meninggalkan kartu identitas diri sebagai jaminan, maka saya sudah bisa menikmati film sambil ngemil kacang, ngopi, atau juga menangkringkan kaki diatas meja, yang tentunya tidak bisa saya lakukan kalo saya menonton di bioskop. Continue reading

Menyiasati Langkah Awal Bisnis Online [BISNIS/WIRAUSAHA]

Menyiasati Langkah Awal Bisnis Online [BISNIS/WIRAUSAHA]

Weekend kemarin saya diberi kehormatan oleh almamater saya, Ilmu Komputer UGM, untuk menjadi moderator di acara Seminar Nasional “E-commerce: The Solution for Your Business”, yang menjadi rangkaian acara Jogja Information Technology Session (Joints) 2009. Tentu saja selaku moderator, tugas saya adalah memandu acara, ngobrol di depan peserta bersama 2 orang pembicara yang sangat mumpuni: Mas Andrias Ekoyuono, GM Marketing-nya Detik.com, dan Mas Ridwan Sanjaya, dekan Fakultas Ilmu Komputer UNIKA Soegijapranata, Semarang.

Tentu saja banyak hal dan info postif yang saya dapatkan di situ. Dan jangan khawatir, saya akan berikan poin-poinnya kepada sidang pembaca sekaligus rekan-rekan MindSound yang terhormat. Continue reading

Repotnya Studi Pasca Sarjana? [KECERDASAN AKADEMIK]

Repotnya Studi Pasca Sarjana? [KECERDASAN AKADEMIK]

Kadang-kadang, untuk beberapa orang, kembali belajar di program pasca sarjana lebih merepotkan ketimbang belajar pada jenjang-jenjang sebelumnya. Ini bisa dipahami. Pada waktu kita SD, SMP, SMA, atau juga kuliah Strata 1, fokus kita satu; hanya untuk belajar. Setelah masa studi kita habis, barulah kita disibukkan untuk memikirkan karir dan pekerjaan kita. Sedangkan ketika kuliah pada jenjang selanjutnya, biasanya gara-gara banyak hal yang dipikirkan – ya karir, ya keluarga, ya kuliah kita sendiri – fokus kita untuk belajar jadi agak amburadul. Saya mempunyai banyak teman yang bermasalah dengan konsentrasinya seperti itu. Setelah menjadi sarjana mereka bekerja, menikah, kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya, dan akhirnya yang harus dipikirkan oleh mereka jadi bertambah banyak.

Seorang pelanggan kami di MindSound, Pak Nyoman, juga begitu. Selain harus membagi waktunya untuk keluarga, pekerjaannya sebagai dosen yang mengajar di jenjang S-1 dan S-2, Pak Nyoman juga masih harus berkutat dengan studi S-3-nya. Repot, keluh Pak Nyoman. Tapi itu problematika zaman dulu, sih…

Sekarang, sejak Pak Nyoman menggunakan teknologi MindSound dalam versi portable, beliau bisa membagi konsentrasinya dengan optimal. Pikiran juga lebih tenang dan rileks dengan rutin mendengarkan aplikasi Maxwave First Edition dari MindSound Teknologi Stimulasi Otak. Fokus untuk mendalami materi kuliah pasca sarjananya bisa dimaksimalkan pula dengan mendengarkan aplikasi Maxwave Second Edition sambil belajar. “Saya memang lumayan sibuk, sih,” kata Pak Nyoman, “Tapi ini berkah.” lanjutnya.

Sejauh ini, dari keseluruhan testimonial yang dikumpulkan dari pelanggan tentang teknologi kami, aplikasi Maxwave Second Edition memang menjadi aplikasi favorit untuk digunakan ketika sedang belajar atau sambil bekerja. “Materi rasanya lebih mudah masuk, dan sepertinya juga membakar semangat saya untuk belajar,” aku Pak Nyoman lagi.

Jadi, bila Anda memiliki masalah dengan studi pasca sarjana Anda dan ingin memperoleh solusi seperti Pak Nyoman, silakan kunjungi halaman MindSound Teknologi Stimulasi Otak. Di sana nanti Anda juga dapat mendownload versi TRIAL-nya untuk dicoba terlebih dahulu.

Daya Ingat Meningkat, Belajar Jadi Mudah [KECERDASAN AKADEMIK]

Daya Ingat Meningkat, Belajar Jadi Mudah [KECERDASAN AKADEMIK]

Kadang-kadang, yang namanya orang tua bisa jadi sangat cerewet tentang anaknya. Itulah yang saya rasakan waktu kecil, betapa ibu saya selalu ngomel-ngomel kalau saya kebanyakan nonton tivi waktu kecil dulu. Saya disuruh masuk kamar untuk belajar. Tapi dasar sayanya yang bandel, begitu saya masuk kamar, menutup dan mengunci pintu, saya cuma bisa bertahan selama 15 menit untuk benar-benar belajar. Sisanya, kalau tidak baca komik, saya malah nggambar-nggambar. Yah, namanya juga anak-anak 🙂

Setelah agak gede saya jadi paham kalau cerewetnya ibu saya dulu itu semuanya cuma berlandaskan kekhawatirannya akan prestasi saya di sekolah nantinya. Continue reading

Gaya Hidup Dinamis bersama MindSound [PEKERJAAN]

Gaya Hidup Dinamis bersama MindSound [PEKERJAAN]

Di sekitar kita, jika kita cermati secara sungguh-sungguh, ternyata ada banyak orang yang mengalami semacam kejenuhan dalam hidup. Salah satunya adalah salah seorang sahabat kami, Pak Subhan, yang bekerja sebagai pegawai di sebuah perusahaan BUMN.

Ada banyak hal pula yang bisa menyebabkan kondisi seperti itu. Tetapi yang paling umum dan yang menjadi analisis sementara kami ketika itu, kejenuhan yang dialami Pak Subhan disebabkan oleh rutinitas pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya yang efek sambungannya akhirnya menyebabkan stress. Continue reading