3 Rahasia Pemasar Sukses [PEKERJAAN]

3 Rahasia Pemasar Sukses [PEKERJAAN]

Sewaktu masih kuliah di Ilmu Komputer UGM dulu, di komunitas saya yang sering ngobrolin hiburan jenis film, ada beberapa film yang bagi kami termasuk wajib tonton, misalnya saja “Antitrust” atau “Swordfish”, yang mengisahkan tentang dunia perkomputeran bawah tanah. Saking wajibnya 2 film tersebut dijadikan tontonan, orang yang belum menontonnya seakan belum shahih menyandang status sebagai mahasiswa Ilmu Komputer yang hobi nonton film. “Durung nonton ‘Antitrust’? Kowe ki cah Ilkomp dudu, e? (Belum nonton ‘Antitrust’? Kamu ini anak Ilkomp bukan, sih?)” begitulah biasanya kata-kata yang mengawali ejekan guyonan selanjutnya buat yang belum pernah nonton: kuper, nggak gaul, ndeso, dan sebagainya.

Dan rasanya di tiap komunitas pastilah ada hiburan wajib yang harus dinikmati. Misalnya lagi, buat penghobi sepakbola sekaligus penikmat film, cerita hidup Santiago Munez dari triloginya “Goal” sudah jamak dijadikan tontonan wajib. Begitu juga buat para pemasar!

Rasanya nggak komplit kalau di antara kita sebagai pemasar belum menyaksikan film “Door to Door” yang produksi tahun 2002 itu. Apalagi film ini sendiri diangkat dari kisah nyata, yang membuat makin wajiblah “Door to Door” ini untuk ditonton. Belum nonton? Wah, celaka. Rugilah Anda, hahaha. Tapi jangan khawatir, bagi yang memang belum nonton dan belum merencanakan untuk nonton gara-gara keterbatasan waktu yang disebabkan kesibukan aktifitasnya, yeah, rasanya bolehlah kalau biar saya saja yang membagikan pesan moral yang terdapat pada film tersebut.

Film ini mengisahkan perjalanan hidup seorang Bill Porter yang dilahirkan dengan cacat bawaan yang disebut celebral palsy. Cacat ini mengakibatkan Bill mengalami gangguan fungsi tangan kanan dan berjalan pincang. Bukan cuma itu saja, Bill juga mengalami kesulitan berbicara. Pun kalau pun dipaksakan, Bill dapat berbicara dengan selalu meneteskan air liur dari bibirnya. Tapi dengan penuh kasih sayang ibunya selalu memberikan motivasi. Hasilnya, meskipun tumbuh sebagai pemuda yang cacat, Bill memiliki ketekunan, kesabaran, dan semangat yang tinggi.

Berangkat dewasa, Bill – yang hanya bermodalkan semangat – memberanikan diri untuk melamar pekerjaan sebagai seorang pemasar (atau bahasa bulenya: salesman) di The Watkins, sebuah perusahaan ngetop bin terkenal. Tapi ya apa boleh buat, gara-gara melihat kecacatannya, dengan tega(s) perusahaan menolak untuk memperkerjakan Bill. Alasannya ya apa lagi kalau bukan keterbatasan fisik.

Bill tidak menyerah. Gara-gara tidak mau mengecewakan sang ibu, Bill ngotot menawarkan diri menjadi seorang pemasar di daerah yang selama ini justru dihindari oleh pemasar lainnya. “Apa ruginya kalau Anda memberi saya lokasi yang tidak berpotensi?” tawar Bill. Melihat semangat Bill, akhirnya perusahaan menerimanya. Toh seperti kata Bill sendiri, apa ruginya?

Bill mulai bekerja. Dengan penuh kesabaran, keuletan, dan semangat, setiap hari Bill menumpang bis untuk menuju wilayah pemasaran yang dimaksud. Sesampainya di sana, Bill berusaha mencari dan melayani konsumennya, meskipun untuk itu dia harus berjalan kaki sejauh 8-10 mil.

Juga sehubungan dengan tanggung-jawabnya sebagai pemasar, Bill menjalin hubungan dengan penduduk sekitar. Kesabarannya dalam menjalin hubungan baik menjadikan Bill semakin mengenal penduduk di daerah tersebut. Akses informasi pun jadi mudah didapatkannya.

Bill begitu tekun menjalankan tugas-tugasnya. Tantangan-tantangan seperti cemoohan, penolakan, kritik, dan kerasnya persaingan dijalani semua dengan senang hati, sesuai nasehat ibunya. “Saya senang menjadi salesman!” kata Bill. Malah, sewaktu dirawat di rumah sakit, Bill sempat-sempatnya menawarkan produknya kepada pasien di sebelahnya. Dan jika ada konsumen yang memberinya hadiah sebagai bentuk iba atas kondisinya, Bill bahkan berujar, “Saya ini salesman, bukan pengemis yang sedang meminta belas-kasihan.” Well, well, well, dahsyat sekali, kan?

Dari situ akhirnya Bill berhasil menjadi pemasar sukses. Dia sempat mendapatkan penghargaan sebagai The Best Salesman of the Year dari The Watkins. Dia juga mendapatkan penghargaan dari The National Council on Communicative Disorder yang diterimanya pada tahun 1998. Kisahnya akhirnya dimuat dalam majalah The Reader’s Digest. Sekarang, di usianya yang sudah 75 tahun, Bill masih saja aktif menjalankan profesinya sebagai seorang salesman lewat internet.

Apa rahasianya? Kenapa Bill bisa sedahsyat itu? Jawabannya karena 3P:passion (semangat), patience (kesabaran), persistence (keuletan). Tanpa 3 hal tersebut, rasanya mustahil Bill bisa meraih sukses.

Kita pun demikian! Kita juga bisa sesukses atau bahkan lebih hebat dari Bill jika kita memiliki 3P di atas. Jika kita terbiasa memilikinya sejak kecil, maka kesuksesan berada dekat sekali dengan kita. Masalahnya, bagaimana kalau kita tidak terdidik seperti Bill sejak kecil? Bagaimana jika kita ingin memiliki 3P itu sekarang? Pembiasaan diri bagi sebagian orang bukanlah sebuah perkara yang mudah. Butuh waktu lama untuk mendapatkannya.

Karena itu marilah kita persingkat! Gunakan Mindsound Teknologi Stimulasi Otak untuk mendapatkan 3P di atas.

Bukan cuma passion, patience, dan persistence yang bakal kita dapatkan. Kita bisa memperoleh bahkan jauh lebih banyak lagi, mulai dari memprogram ulang pikiran dan perasaan anda menjadi mudah sukses apapun, menjadi lebih produktif dan kreatif, menjadi lebih rileks dan bebas stress, meraih sukses lebih cepat di bidang apapun, meraih prestasi lebih tinggi dibidang akademik, meraih poin penilaian lebih tinggi pada pekerjaan kita, memiliki daya ingat yang cepat, kuat, dan lebih permanen, memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, memiliki kemampuan komunikasi bisnis dan sosial yang lebih baik, memecahkan berbagai masalah dengan lebih kreatif, menghilangkan berbagai macam kebiasaan buruk kita, memiliki emosi dan mood yang lebih stabil, sampai dengan meningkatkan kemampuan otak kita.

Mau, kan? Jika mau, maka Anda bisa langsung kunjungi dan konsumsi MindSound Teknologi Stimulasi Otak. Anda tidak percaya? Silakan, di sana juga ada VERSI TRIAL-nya untuk Anda jajal terlebih dahulu.